LOMBA PERPUSTAKAAN TINGKAT SMP, DUTA BANGLI SMPN 2 KINTAMANI DINILAI TIM PROVINSI :: Pemerintah Kabupaten Bangli

LOMBA PERPUSTAKAAN TINGKAT SMP, DUTA BANGLI SMPN 2 KINTAMANI DINILAI TIM PROVINSI

Sumber gambar : Bag. Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Kab. Bangli

Sebagai duta Bangli dalam lomba perpustakaan sekolah tingkat Provinsi Bali, “Perpustakaan Spendakita” SMPN 2 Kintamani, Senin (21/5) dinilai oleh tim provinsi. Kedatangan tim penilai yang diketuai oleh Wayan Tunjung di Kabupaten Bangli, disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, S.Pd.,M.Pd, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Bangli Drs.I Nyoman Sumantra, M.Ag, Kepala SMPN 2 Kintamani Nengah Sulatra dan keluarga besar SMPN 2 Kintamani.
Dalam laporanya, Kepala SMPN 2 Kintamani Nengah Sulatra menyampaikan, hingga saat ini, Perpustakaan Spendakita sudah memiliki koleksi buku mencapai 8874 eksemplar, dengan jumlah judul buku mencapai 2791. Dari jumlah tersebut, dibagi menjadi beberapa jenis koleksi, antara lain, buku fiksi, buku non fiksi, buku referensi, surat kabar, majalah, kliping, karya tulis, peta, globe dan CD pembelajaran. 
Jelas dia, untuk menarik minat baca peserta didik, selain secara berkala menambah koleksi buku, pihaknya juga berinovasi membuat perpustakaan kelas, taman baca dan pojok baca. Sambungdia, inovasi ini dibuat untuk mendekatkan buku-buku bacaan kepada peserta didik. “Mengingat anggota perpustakaan spendakita mencapai 657 orang, maka kita buatkan perpustakaan kelas, taman baca dan pojok baca untuk mendekatkan buku bacaan kepada anak, serta mensiasati keterbatasan ruang perpustakaan”terangnya.
Selain itu, pihaknya juga menggagas gerakan wajib membaca sepuluh menit. Selain siswa, gerakan ini juga berlaku untuk guru-guru dan staf tata usaha. 
Sementara itu ketua tim penilai Wayan Tunjung mengatakan, jika diibaratkan organ tubuh manusia, perpustakaan merupakan jantung yang menggerakan tubuh pendidikan di sekolah. Meningat memiliki peran yang sangat vital, maka evaluasi terhadap keberadaan perpustakaan sangat diperlukan untuk membuat perpustakaan yang terstandar nasional. Adapun standar nasional perpustakaan yang dimaksud, yakni adanya kelembagaan, koleksi buku, kesesuaian anggaran, adanya kerjasama, termasuk kualitas sumber daya manusianya. “Dalam penilaian ini, standar itu yang ingin kita lihat, sehingga keberadaan perpustakaan benar-benar bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Terutama bagi peserta didik, guru termasuk pegawai”jelasnya.
Ditambahkannya, selain untuk memastikan perpustakaan yang terstandar nasional, pada penilaian ini pihaknya juga ingin melihat inovasi yang dilakukan sekolah untuk menjadikan perpustakaan lebih efektif dan produktif dalam meningkatkan minat baca peserta didik. Dari hasil penilaian lapangan, kita lihat perpustakaan spendakita sudah memiliki keunggulan. Keunggulan yang dimaksud, perpustakaan spendakita sudah memiliki sembilan pojok bacaan dan perpustakaan kelas. “Inovasi ini sudah bagus. hanya saja, koleksi bukunya masih minim, sehingga koleksinya perlu ditambah lagi”pintanya.
Pada kesempatan itu Wayan Tunjung juga menghimbau sekolah-sekolah agar bisa mengembangkan pondok bancaan sebagai fungsi terkahir perpustakaan sebagai alat rekreasi. “Kita minta sekolah-sekolah bisa melengkapi bahan bacaan seperti majalah, koran, bahan pustaka kerumah tanggaan dan engineering pada pondok bacaan. Sehingga saat mereka (orang tua siswa) jemput anaknya ke sekolah, sambil menunggu mereka bisa memanfaatkan pondok bacaan untuk menghilangkan jenuh”pintanya.

Detail

  • Nama LOMBA PERPUSTAKAAN TINGKAT SMP, DUTA BANGLI SMPN 2 KINTAMANI DINILAI TIM PROVINSI
  • Kategori Pendidikan

Berikan Respon

Bagikan Ini

Peta Lokasi